nama

Selasa, 01 November 2011

Beberapa Perintah Baris Di Linux ( Fedora )

Beberapa Perintah Baris Di Linux ( Fedora )

ls
Perintah ini sama seperti dir pada MS-DOS yaitu untuk menampilkan isi folder.

clear
Perintah ini sama seperti cls pada MS-DOS yaitu untuk membersihkan layar.

cd
Perintah ini tidak berbeda dengan perintah di MS-DOS yaitu untuk berpindah ke
direktori lain dalam sistem. Satu hal yang berbeda adalah penggunaan backslash
( \ ) pada MS-DOS harus diganti dengan slash ( / ) pada Linux. Contohnya
adalah :

cd windows\system [pada windows]
cd /home/agung [pada linux]

cp
Perintah ini sama seperti perintah copy pada MS-DOS. Yaitu untuk menyalin file
dari satu tempat ke tempat lain.

rm
Perintah ini sama seperti perintah del pada MS-DOS. Yaitu untuk menghapus
sebuah atau beberapa buah file sekaligus.

rmdir
Perintah ini sama seperti perintah deltree atau rd pada MS-DOS. Yaitu untuk
menghapus direktori kosong.

mv
Perintah ini sama seperti perintah move pada MS-DOS. Yaitu untuk memindahkan
sebuah file dari satu tempat ke tempat lain.\

mkdir
Perintah ini tidak berbeda dengan perintah mkdir pada MS-DOS. Yaitu untuk
membuat direktori.

Pada lingkungan linux ada beberapa perintah yang sering digunakan juga, namun
tidak ada pada lingkungan MS-DOS.

su
Perintah ini adalah perintah untuk berganti user menjadi Super User, yaitu user
level Admin pada sistem Linux. Anda akan sering menggunakan perintah ini ketika
ingin menginstall suatu program di linux dengan command line atau sekedar
melakukan setting konfigurasi.

mount
Perintah yang satu ini pasti sangat asing bagi pengguna MS-DOS. Pada
lingkungan MS-DOS dan Windows, sebuah drive/partisi dikenali dengan drive
letter [Misalkan drive A untuk disket, drive C untuk Harddisk 1, drive D untuk
cdrom, dan seterusnya] , namun pada lingkungan Linux, sebuah drive dikenali
sebagai sebuah file. Misalkan saja Hardisk 1 partisi 1 dikenali sebagai file pada
direktori /dev/hda1 .

Lalu untuk mengakses drive tersebut, kita perlu melakukan mounting point file
/dev/hda1 tersebut pada sebuah direktori yang telah kita buat. Contoh perintah
untuk melakukan mounting adalah seperti berikut :
mount -t vfat -rw /dev/hda1 /mnt/windows
Berikut penjelasan perintah tersebut :
-t vfat berarti partisi yang ingin anda akses memiliki filesystem Fat32
-rw anda memperbolehkan super user untuk melakukan read/write data pada user
terebut.

/dev/hda1 adalah letak drive dan partisi anda.
/mnt/windows adalah direktori yang anda buat sebagai mounting point.

Lalu perintah ini berpasangan dengan perintah :

umount
Perintah ini berguna untuk menonaktifkan partisi dan drive yang terpasang pada
sistem. Apabila drive dan partisi /dev/hda1 telah dalam kondisi mount pada
direktori /mnt/windows, maka untuk menonaktifkannya cukup ketik perintah
berikut :

umount /mnt/windows
Perintah lainnya yang akan sering anda gunakan, terutama saat ingin menginstall
program via command prompt di Linux adalah :

tar -xvzf namafile.tar.gz
Perintah ini akan berguna untuk mengektrak file dengan ekstensi tar.gz pada
sebuah folder. Program-program linux banyak yang dipaket dan dikompress
menggunakan paket kompresi tar.gz.

rpm -ivh namafile.rpm
Perintah ini berguna untuk menginstall program yang dipaket dalam file

berekstensi .rpm. RPM adalah paket kompresi yang memudahkan dalam
instalasi program.
Untuk meng-uninstall program dapat menggunakan perintah berikut :
rpm -e namaprogram-versiprogram
Perintah lainnya yang mungkin sering digunakan adalah :
shutdown -r now [untuk restart]
shutdown -h now [untuk shutdown]
tersebut pada sebuah direktori yang telah kitaLiberation Serif buat. Contoh
perintah untuk melakukan mounting adalah seperti berikut :

mount -t vfat -rw /dev/hda1 /mnt/windows

Berikut penjelasan perintah tersebut :

-t vfat berarti partisi yang ingin anda akses memiliki filesystem Fat32
-rw anda memperbolehkan super user untuk melakukan read/write data pada user
terebut.
/dev/hda1 adalah letak drive dan partisi anda.Liberation Serif
/mnt/windows adalah direktori yang anda buat sebagai mounting point.

Lalu perintah ini berpasangan dengan perintah :

umount
Perintah ini berguna untuk menonaktifkan partisi dan drive yang terpasang pada
sistem. Apabila drive dan partisi /dev/hda1 telah dalam kondisi mount pada
direktori /mnt/windows, maka untuk menonaktifkannya cukup ketik perintah
berikut :

umount /mnt/windows
Perintah lainnya yang akan sering anda gunakan, terutama saat ingin menginstall
program via command prompt di Linux adalah :
tar -xvzf namafile.tar.gz

Perintah ini akan berguna untuk mengektrak file dengan ekstensi tar.gz pada
sebuah folder. Program-program linux banyak yang dipaket dan dikompress
menggunakan paket kompresi tar.gz.
rpm -ivh namafile.rpm

Perintah ini berguna untuk menginstall program yang dipaket dalam file
berekstensi .rpm. RPM adalah paket kompresi dari Redhat yang memudahkan
dalam instalasi program.

Untuk meng-uninstall program dapat menggunakan perintah berikut :

rpm -e namaprogram-versiprogram

Refrensi dari Husni Jaya Kusuma

Kumpulan & Daftar Perintah

>> Kumpulan & Daftar Perintah


Linux + Penjelasan singkatnya

Dari A – Y : a

adduser = Tambah pengguna ke

sistem

addgroup = Tambah grup ke

sistem

alias = Buat sebuah alias apropos = Cari Bantuan halaman

manual (man-k)

apt-get = Cari dan menginstal

paket perangkat lunak (Debian)

aspell = Pemeriksa Ejaan

awk = Cari dan Ganti teks, database sort / validate / index

b

basename = Strip direktori dan

akhiran dari nama file

bash = GNU Bourne-Again Shell

bc = Arbitrary bahasa kalkulator presisi

bg = Kirim ke latar belakang

break = Keluar dari sebuah loop

builtin = Jalankan shell builtin

bzip2 = Compress atau

dekompresi file bernama (s) c

cal = Tampilkan kalender

case = kondisional melakukan

perintah

cat = Menampilkan isi file

cd = Mengganti Directori cfdisk = Tabel partisi manipulator

untuk Linux

chgrp = Mengubah kepemilikan

grup

chmod = Mengubah izin akses

chown = Mengubah pemilik file dan grup

chroot = Jalankan perintah

dengan direktori root yang

berbeda

chkconfig = Sistem layanan

(runlevel) cksum = Cetak byte CRC

checksum dan menghitung

clear = Hapus layar terminal

cmp = Membandingkan dua file

comm = Bandingkan dua file

diurutkan baris demi baris command = Jalankan perintah – shell mengabaikan fungsi

continue = Resume iterasi

berikutnya dari suatu loop

cp = Menyalin satu atau lebih file

ke lokasi lain

cron = Daemon menjalankan perintah yang dijadwalkan

crontab = Jadwalkan perintah

untuk menjalankan di lain waktu

csplit = Split file ke dalam

konteks – potongan ditentukan cut = membagi file menjadi

beberapa bagian

d

date = Menampilkan atau

mengubah tanggal & waktu

dc = Desk Kalkulator dd = Mengkonversi dan menyalin

file, menulis header disk, boot

record

ddrescue = Alat untuk

memperbaiki data

declare = Deklarasikan variabel dan memberi mereka atribut

df = Tampilkan ruang disk

diff = Tampilkan perbedaan

antara dua file

diff3 = Tampilkan perbedaan di

antara tiga file menggali = DNS lookup

dir = Daftar isi direktori singkat

dircolors = Warna setup untuk `ls



dirname = Convert semua

pathname ke beberapa path dirs = Tampilkan daftar direktori

yang diingat

dmesg = Mencetak pesan-pesan

kernel & driver

du = Perkiraan penggunaan

kapasitas file e

echo = Tampilkan pesan di layar

egrep = Cari file untuk baris

yang sesuai dengan ekspresi

yang diperpanjang

eject = Mengeluarkan media removable

enable = Mengaktifkan dan

menonaktifkan perintah shell

builtin

env = Environment variabel

ethtool = Pengaturan kartu Ethernet

eval = Evaluasi beberapa

perintah / argumen

exec = Menjalankan perintah

exit = Keluar dari shell

expect = mengotomatiskan aplikasi yang bebas diakses

melalui terminal

expand = Convert tab ke spasi

eksport = Set variabel

lingkungan

expr = Evaluasi ekspresi f

false = Tidak melakukan apa-apa,

tidak berhasil

fdformat = Tingkat rendah

format sebuah floppy disk

fdisk = tabel partisi manipulator untuk Linux

fg = Kirim pekerjaan untuk

foreground

fgrep = Cari file untuk baris yang

cocok dengan string yang tetap

file = Tentukan jenis file find = Cari file yang memenuhi

kriteria yang diinginkan

fmt = Format ulang tipe teks

fold = Wrap teks agar sesuai

dengan lebar tertentu.

for = Memperluas kata-kata, dan menjalankan perintah

format = Format disk atau kaset

free = Tampilkan penggunaan

memori

fsck = Memeriksa dan

memperbaiki sistem File konsistensi

ftp = File Transfer Protocol

fungsi = Tentukan fungsi macro

fuser = Identifikasi / memutuskan

proses yang sedang mengakses

file g

gawk = Cari dan Ganti teks dalam

file

getopts = Menguraikan

parameter sesuai posisi

grep = Cari file untuk baris yang cocok dengan pola tertentu

group = Cetak nama grup pada

pengguna

gzip = Compress atau dekompresi

nama file

h hash = Mengingat seluruh

pathname dari sebuah nama

argumen

head = Output bagian pertama

dari file

help = Tampilkan bantuan untuk perintah built-in

history = Perintah history

hostname = Cetak atau

mengatur nama sistem i

id = Cetak user dan grup id

if = melakukan perintah

kondisional

ifconfig = Konfigurasi antarmuka

jaringan ifdown = Menghentikan

antarmuka jaringan

ifup = Memulai antarmuka

jaringan keatas

import = Menangkap layar server

X dan menyimpan sebuah gambar ke file install = Menyalin file dan

mengatur atribut

j

join = gabung garis pada field

umum

k kill = Memberhentikan proses

yang sedang berjalan

killall = Memberhentikan proses

oleh nama

l

less = Tampilan output satu layar pada satu waktu

let = Melakukan aritmatika pada

variabel shell

ln = Membuat hubungan antara

file

local = Membuat variabel locate = Cari file

logname = Cetak nama login

logout = Keluar dari sebuah login

shell

look = Tampilan baris yang dimulai

dengan string tertentu lpc = Program Kontrol jalur

printer

lpr = Off line print

lprint = Mencetak file / Print file

lprintd = Abort pekerjaan print

lprintq = Daftar antrian print lprm = Hapus pekerjaan dari

antrian print

ls = List informasi tentang file

lsof = List membuka file

m

make = Sekelompok Kompilasi ulang dari program

man = Bantuan manual

mkdir = Membuat folder baru

mkfifo = Membuat FIFOs (bernama

pipa)

mkisofs = Buat hybrid ISO9660/ JOLIET/HFS filesystem

mknod = Membuat blok atau

karakter file khusus

more = Tampilan output satu

layar pada satu waktu

mount = Mount file system mtools = Memanipulasi file MS-DOS

mv = Memindahkan atau

mengubah nama file atau

direktori

mmv = Pindahkan massa dan

mengubah nama (file) n

netstat = Informasi Jaringan

nice = Mengatur prioritas

perintah atau pekerjaan

nl = Nomor baris dan menulis file

nohup = Jalankan perintah kebal terhadap hangups

nslookup = Query Internet

menyebut server secara

interaktip

o

open = membuka file dalam aplikasi default

op = Operator akses

p

passwd Memodifikasi password

user

paste = Menggabungkan baris file pathchk = Periksa nama file

portabilitas

ping = Test sambungan jaringan

pkill = memberhentikan proses

running

popd = Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori

sekarang

pr = Siapkan file untuk dicetak /

print

printcap = kemampuan pencetak

Database printenv = Cetak variabel

lingkungan

printf = Format dan mencetak

data

ps = Status Proses

pushd = Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang

pwd = Cetak direktori kerja

q

quota = Tampikan penggunaan

disk dan membatasinya

quotacheck = Meneliti sistem file untuk penggunaan disk

quotactl = Set kuota disk

r

ram = perangkat disk ram

rcp = Salin file antara dua mesin

read = Membaca baris dari standar input

readarray = Baca dari stdin ke

variabel array

readonly = Menandai variabel /

fungsi sebagai readonly

reboot = Reboot sistem rename = Ubah nama file

renice = Ubah prioritas dari

proses yang berjalan

remsync = Sinkronisasi remote

file melalui email

return = Keluar fungsi shell rev = Membalikkan baris dari

sebuah file

rm = Menghapus file

rmdir = Remove folder

rsync = Remote file copy

(Synchronize file pohon) s

screen = Multiplex terminal, run

remote shells via ssh

scp = Secure copy (remote file

copy)

sdiff = Menggabungkan dua file secara interaktif

sed = Stream Editor

select = Menerima input

keyboard

seq = Print urutan numeric

set = Memanipulasi variabel shell dan fungsi

sftp = Secure File Transfer

Program

shift = Pergeseran parameter

posisi

shopt = Pilihan shell shutdown = Shutdown atau

restart linux

sleep = Delay/penundaan untuk

jangka waktu tertentu

slocate = Cari file

sort = Mengurutkan file teks source = Jalankan perintah dari

file `.” split = Split file ke dalam fixed-

potong

ssh = Secure Shell client (remote

login program)

strace = Trace sistem panggilan

dan sinyal su = Gantikan identitas pengguna

sudo = Jalankan perintah sebagai

user lain

sum = Mencetak checksum untuk

file

symlink = Buatlah nama baru untuk file

sync = Sinkronisasi data pada

disk dengan memori

t

tail = Output bagian terakhir file

tar = Tape Archiver tee = Redirect output ke

beberapa file

test = Evaluasi ekspresi

kondisional

time = Program Mengukur waktu

running times = User dan sistem waktu

touch = Ubah file timestamps

top = Daftar proses yang

berjalan pada sistem

traceroute = Trace Route to

Host trap = Jalankan perintah ketika

sebuah sinyal adalah set

(Bourne)

tr = Translate, squeeze, dan /

atau menghapus karakter

true = Tidak melakukan apapun, berhasil

tsort = Topologi sort

tty = Print filename dari terminal

pada stdin

type = menjelaskan perintah

u ulimit = Batasi pengguna

resources (sumber daya)

umask = Para pengguna

menciptakan file tersembunyi

umount = Unmount (tidak

menaiki) perangkat unalias = Hapus alias

uname = Informasi sistem print

unexpand = Convert spasi untuk

tab

Uniq = Uniquify file

unit = Mengkonversi unit dari satu skala ke yang lain

unset = Hapus variabel atau

nama fungsi

unshar = Uraikan catatan arsip

shell

until = Mengeksekusi perintah (sampai error)

useradd = Membuat akun user

baru

usermod = Memodifikasi akun

user

users = Daftar para pengguna yang sekarang ini login

uuencode = Encode file biner

uudecode = Decode file yang

dibuat oleh uuencode

v

v = Daftar isi direktori Verbosely ( `ls-l-b ‘) vdir = Daftar isi direktori

Verbosely ( `ls-l-b ‘) vi = Text Editor

vmstat = Laporan statistik

memori virtual

w

watch = Mengeksekusi /

menampilkan sebuah program secara berkala

wc = Cetak byte, kata, dan baris

menghitung

whereis = Cari pengguna $ path,

halaman manual dan file source

untuk program which = Cari pengguna $ path

untuk file program

while = Jalankan perintah

who = Cetak semua nama

pengguna yang sedang log in

whoami = Cetak pengguna saat ini dan nama id ( `id-un ‘) wget = Ambil halaman web atau

file melalui HTTP, HTTPS atau FTP

write = Mengirim pesan ke

pengguna lain

x

xargs = Jalankan utility, melewati daftar argumen yang dibangun y

yes = Cetak string sampai di

interrupt . = Skrip menjalankan perintah

shell yang sekarang ### = Komentar

OCR (Optical Character Recognition )

OCR (Optical Character Recognition )

SEJARAH OCR

Paten mengenai teknologi OCR ini muncul di tahun 1929. Pemilik paten teknologi ini adalah Gustav Tauschek yang mendaftarkannya di Jerman. Mesin OCR temuannya saat itu berupa mesin mekanik yang menggunakan template dan photodetektor.
Pada 1974, Ray kurzweil membuat program pertama yang menggunakan sistem OCR bebasis omni font. Program ini mampu mengenali teks tercetak yang menggunakan font normal atau standar. Saat itu aplikasi ini ditujukan untuk menciptakan mesin pembaca teks dari komputer bagi para tunanetra.

Pengertian

sarana yang digunakan untuk mengenal karakter optis untuk membaca informasi ke dalam sistem komputer. Identifikasi karakter yang tercetak ini dilakukan dengan menggunakan pengindra cahaya seperti yang terdapat pada scannner.
Tujuan utamanya adalah memungkinkan komputer langsung membaca dokumen sumber. Masalah konversi pola di dokumen input ke signal elektronik, yang cocok untuk diolah komputer merupakan salah satu pengenalan pola. Jadi Kamu tak perlu mengetik ulang dokumen berlapis-lapis yang akan melelahkan. Cukup dengan memindai dokumen, maka aplikasi OCR akan mendeteksi setiap karakter di dalam gambar pindai lalu mengubahnya menjadi karakter-karakter teks.

Jenis sistem yang dapat mengenali karakter cetakan

Pada saat ini terdapat dua sistem otomatis yang di rancang untuk dapat mengenali karakter cetakan, yakni: OCR (Optical Character Recognition) dan MICR (Magnetic Ink Charakter Regognition)
Dalam beberapa hal, MICR kurang fleksibel di banding OCR. Sistem MICR menghendaki bahwa karakter harus dicetak dalam format yang mempunyai stylesheet sempurna, dan sangat akurat. Akan tetapi sistem pengenalan ini terletak pada setiap karakter. Meskipun demuikian, sulit dikritik, sistem OCR memiliki sejumlah kelebihan ketika menangani dokumen yang rusak dan terlipat atau dokumen yang telah kotor atau ditindih karakter.
Sistem OCR tidak terpengaruh format dengan stylesheet tertentu. Bahkan stylesheet yang kurang sempurna dapat dikenali. OCR juga dapat mengenali karakter yang dibuat oleh mesin Tik manual dan dapat dikonversi ke dalam klarakter yang terdapat dalam komputer. Aspek ini memungkinkan kemudahan dan flesibilitas dalam menentukan proses pengumpulan data.

Kegunaan
MICR telah digukan dalam cek perbankan diseluruh dunia. MICR sorter/reader digunakan untuk menyortir cek secara otomatis, untuk membagi cek ke nasabah di berbagai cabang, dan cek sebelumnya dicetak dengan kode cabang. Nomor cek dan nomor rekening nasabah juga dicetak sebelumnya, nantinya jumlah transaksi ditambahkan dengan MICR encoder. Perincian cek otomatis dapat dibaca pada memori komputer untuk mengupdate rekening pelanggan.
OCR telah digunakan sebagai turn araound document dalam akutansi sewa-beli dan aplikasi serupa. Setiap pelanggan diberi buku voucer yang dicetak beserta jumlah pembayaran dalam kontrak sewa.

Matric Matching

ketika scanner memindai sebuah huruf maka aplikasi akan mendeteksi bentuk huruf tersebut dan menyamakan bentuk, sudut, dan pola karakter dari gambar bitmap yang ada di database. Jika ada yang cocok maka huruf yang dipindai tersebut akan diidentifikasi sebagai huruf yang sama dalam database.

Hanya saja teknik ini memiliki keterbatasan, karena database ini memiliki keterbatasan akan jumlah variasi bentuk kareakter. Maklum, font saat ini beraneka ragam , dan bentuknya ada yang semakin kompleks dan beraneka pola. Metode ini masih dipakai oleh kebanyakan aplikasi OCR. . Matric Matching cocoknya untuk document yang menggunakan jenis huruf yang umum, seperti Times New Romans, Arial, atau font yang memiliki bentuk dasar karakter huruf lainnya. Database karakter ini biasanya meliputi rangkaian dasar karakter angka dari 0-9 dan huruf a-z.

Feature Extraction
Dikenal juga sebagai ICR atau Intelligent Character .

Aplikasi dengan metode ini akan  mendeteksi identitas sebuah karakter dari ruang kosong, bentuk yang berdekatan, garis diagonal, perpotongan dan sebagainya. Jadi pengidentifikasiannya lebih kompleks prosesnya.

Feature Extraction biasanya digunakan untuk mendeteksi karakter yang bentuknya tak standar, seperti tulisan tangan atau huruf-huruf berornamen
Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memindai dokumen:
1. Pastikan dokumen yang kamu pindai bersih sehingga tidak ada bentuk2 karakter tidak terdistorsi dan mudah dikenali. Kotoran dan noda biasanya akan membuat bentuk huruf sulit dikenali lagi.
2. Dokumen sebaiknya berlatar belakang polos, teks dari majalah atau tabloid yang bertumpukan dengan gambar dan ornament sering sulit dikenali. Namun, kmu bisa mengakalinya dengan membersihkan hasil pindai tersebut terlebih dahulu dengan aplikasi olah digital. Beberapa aplikasi OCR juga menyediakan fasilitas sederhana untuk mengedit gambar.
3. Kepekatan warna huruf juga mempengaruhi detail dan akurasi hasil OCR. Sebaiknya tambahkan kontras pada teks agar lebih kentara sehingga aplikasi OCR dapat mengenali bentuk dengan lebih baik. Namun jangan terlalu berlebihan sehingga merusak bentuk huruf.
4. Dokumen yang dipindai sebisa mungkin bebas dari lekukan. Tekstur kertas yang tidak rata membuat bentuk huruf terdistorsi saat dipindai. Bisa saja huruf M menjadi N karena sedikit lipatan kertas. Karena itu pastikan media dokumen tidak kucel.





Refrensi dari Andhi Setiawan S.Pd

Generasi Muda

Generasi Muda


Waktu terus berjalan mengiringi gerakmu
Carilah bekal untuk meraih cita – citamu
Singkirkanlah apa yng menjadi penghalangmu
Wahai bibit – bibit bangsaku
Pandanglah terus masa depanmu
Perjalananmu masih panjang
Janganlah pantang menyerah
Tuntutlah ilmu sebanyak – banyaknya
Kaulah generasih impian
Kaulah generasi masa depan
Di pundakmu bangsa ini bergantung harapan

by: Rois Fauzi

Sahabat

Sahabat

Disaat aku sendiri kau yang menemaniku
Disaat aku sedih kau yang menghiburku
Disaat aku pergi kau yang mendampingiku
Disaat aku marah kau yang menemangkanmu
Disaat aku salah kau yang menasehatiku
Disaat aku lupa kau yang mengingatkanku
Disaat aku sakit kau yang mengobatiku
Kaulah sahabat terbaiku



By: Rois Fauzi

Kehilangan

Kehilangan

Hari demi hari kulewati tanpah dirimu
Aku merasa sedih tanpah kehadiranmu
Aku kesepian telah kehilanganmu
Engkau berharga bagiku
Engkau sumber kehidupanku
Mengapa engkau pergi meningalkanku
Tanpa dirimu aku tidak bisa hidup
Hanya dirimu yang aku tunggu
Aku merindukan dirimu wahai kekasihku


by: Rois Fauzi

Selasa, 27 September 2011

Ethernet

ETHERNET

    Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian. 

     Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.
    Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16, seperti pada Gambar 3.


Gambar 3. Contoh ethernet address.

48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html
Tabel 3. Daftar vendor terkenal chip ethernet 


NOMOR KODE
NAMA VENDOR
00:00:0C
 Sisco System
00:00:1B
 Novell
00:00:AA
 Xerox
00:00:4C
 NEC
00:00:74
 Ricoh
08:08:08
 3COM
08:00:07
 Apple Computer
08:00:09
 Hewlett Packard
08:00:20
 Sun Microsystems
08:00:2B
 DEC
08:00:5A
 IBM

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.
  1. 10Base5
Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.
Seperti pada Gambar 5, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin. 

Gambar 4. Jaringan dengan media 10Base5.



Gambar 5. Struktur 10Base5.
  1. 10Base2
Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. (Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.


Gambar 6. Jaringan dengan media 10Base5.



Gambar 7. Struktur 10Base2.
  1. 10BaseT
Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit. 

Gambar 8. Jaringan dengan media 10BaseT.

Gambar 9. Struktur 10BaseT.
Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di Table 4.
Tabel 4. Jenis kabel UTP dan aplikasinya.
KATEGORI
APLIKASI
Category 1
 Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah
Category 2
 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai
 kecepatan 4 Mbps
Category 3
 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan
 untuk Ethernet dan TokenRing
Category 4
 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps
Category 5
 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk
 FastEthernet (100Base) atau network ATM
  1. 10BaseF
Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda. 

 

Gambar 10. Struktur 10BaseF.

Gambar 11. Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT.
  1. Fast Ethernet (100BaseT series)
Selai jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya.